Categories: Uncategorized

AKSI BELA RAKYAT

Aksi Bela Rakyat

(12/01) Banjarmasin–Aliansi Mahasiswa Kalsel. Semua mahasiswa Kalsel turun kejalan dari bundara A menuju ke gedung DPRD untuk aksi bela rakyat yang dimana dalam spanduknya aksi mereka tolak kenaikan tarif listik 900 Kw, menutut pemerintah tidak serampang mengelola pemerintahan, dan menutut presiden tentang penerapan kebijakan sesuai kebutuhan dan DPRD pada rakyat Indonesia.


Adapun Peserta atau mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam aksi bela rakyat ini, sebagai berikut.
1. BEM Unlam
2. BEM UNISKA
3. BEM STIH-SA
4. BEM STMIK BJB
5. BEM POLITALA
7. ELSISK Banjarmasin
8. PC HMI Kota Banjarmasin
9. GTI Banjarmsin
10. KAMMI Banjarmasin
11. BEM UMB
12. PC PMII Kota Banjarmasin
13. BEM IAIN Antasari Banjarmasin
14. PC IMM Kota Banjarmasin
15. BEM POLANKA
16. KERANDA Kalsel
17. GAIB Kalsel
18. FSLDK Kalsel
19. PPI Kalsel
20. BEM Poliban Banjarmasin
21. BEM STMIK Banjarmasin
“Sahabat Kalimantan Selatan,  perlu kami sampai agenda DPRD kalimatan selatan. Kalau sahabat-sahabat ingin melihat aktivitas kami ada disini. Hari ini, tanggal 12 kami ada agenda keluar daerah, dari kami ada 3 orang yaitu pa Zulfa Alma komisi 1,  pa Arzulnaidi komisi 4, dan ulun Suwadir salam sebagai komisi 2. Hari ini apa pun aspirasi sahabat-sahabat akan kami terima, ucap bapak Suwardi selaku komisi 2 DPRD.
Peserta aksi berjumlah lebih dari 200 orang. Dimulai dari pukul 08.00 WITA. Awal tahun baru 2017 Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik. Betapa tidak, di akhir tahun 2016 di tengah badai defisit anggaran, kita diberikan hadiah yang menyejukkan sekaligus menggelitikkan hati masyarakat. Pemerintah dengan senangnya banyak tenaga kerja asing dari China membanjiri Indonesia dengan menyalahgunakan bebas visa untuk bekerja. Ini berbanding terbalik dengan kondisi pengangguran Indonesia yang mencapai 7,02 juta jiwa.
Dengan kondisi tersebut rakyat semakin menjerit dengan persembahan dagelan pemerintah Indonesia. 2017 kembali  Pemerintah memberikan kado yang sangat indah dengan kebijakan tidak pro terhadap rakyat dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pemerintah kembali memangkas alokasi anggaran subsidi tahun depan, menyusul rencana  penyaluran tertutup bahan bakar minyak (BBM) non bersubsidi dan LPG 3 kg, serta pengurangan jumlah pelanggan listrik berdaya rendah. Penaikan harga BBM non subsidi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL), melonjaknya harga cabai merah yang menyebabkan inflasi bagi Indonesia, kenaikan tarif penerbitan STNK, BPKB, dan Plat Kendaraan Bermotor hingga 3 kali lipat. Diperparah lagi kenaikan tarif listrik pada pelanggan dengan daya 900 VA (biasa digunakan rakyat kecil) dari Rp. 605/KWH menjadi Rp. 1467,28/KWH. Telah diberlakukan tertanggal 1 Januari 2017.” terang Dery, mahasiswa Unlam fakultas Kehutanan. (IkN/GKw/HbR)

persmakinday

Recent Posts

Sukses Mengabdi di Malaysia, KKN Internasional ULM Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat FELDA

Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…

7 hari ago

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

3 minggu ago

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara: Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

3 minggu ago

Ketua BEM ULM Akui Kebenaran Isu Mabuk dalam Rapat Terbuka

Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…

3 minggu ago

Penguatan Peran Homeless Media dalam Ekosistem Media Lokal di Banjarmasin

Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…

3 minggu ago

ULM Terapkan Larangan Plastik Sekali Pakai Demi Wujudkan Green Campus

Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…

4 minggu ago