Hiburan

Mewabahnya Plesetan “Fucek” di Era Milenial

Mewabahnya Plesetan “Fucek” di Era Milenial

Di masa sekarang, terutama dengan hadirnya media sosial di setiap sendi-sendi kehidupan, membuat dunia menjadi lebih berwarna dan meriah dengan cara yang bisa dibilang tidak diduga. Setiap pergerakan yang terekam oleh kamera dengan mudahnya akan menyebar dan kemudian mewabah di lingkungan masyarakat kita, khususnya kalangan remaja.

persmakinday.com – Viral, begitulah sebutannya. Setiap konten yang menghibur, unik, kreatif, serta yang receh bertebaran secara daring. Membuat masyarakat berlomba-lomba untuk membuat sesuatu yang akan menarik pengguna media sosial, khususnya twitter dan instagram.

Contohnya kata ‘fucek.’ Jika kalian sering berseliweran di dunia media sosial, pasti kalian sudah tidak asing dengan kata ini.

Kata plesetan ini awalnya viral pada akhir Februari lalu. Saat seorang laki-laki mengungkapkan amarahnya melalui video berdurasi singkat di laman instagram pribadinya dan menggunakan kata ini sebagai salah satu instrumen senjatanya.

Sontak saja kata ini menjadi viral di media sosial dan mulai digunakan dalam obrolan sehari-hari oleh kaum milenial.

Fucek sendiri merupakan plesetan dari kata “fuck”, dalam bahasa Inggris merupakan kata slang dan kasar yang berarti umpatan semacam brengsek, bedebah dan sebagainya.

Kalimat fucek tadi muncul sebagai bentuk penerapan gamblang dialek Indonesia secara kasar tanpa memperhatikan pengucapan dalam bahasa Inggris.

Sebelum ini, orang-orang biasanya tidak menggunakan mulut mereka untuk menembakkan kata ini secara langsung. Mereka hanya tinggal mengangkat jari tengah mereka dan semua orang akan langsung paham apa artinya.

Kata ‘fucek’ sendiri lebih terdengar seperti parodi atau humor dibandingkan kata aslinya (fu*k) yang memang terdengar  menggasak. Ketika kata itu menyeruduk melintasi gendang telinga kita.

Sehingga kata ini lebih tepat digunakan ketika kita sedang kesal atau sedang bercanda dengan teman-teman kita. Namun, dibalik keimutan kata ‘fucek’ ini, tetap saja terkandung makna yang sangat kasar didalamnya.

Topengnya saja yang berbeda, isinya tetap saja sama dengan kata originalnya. Sehingga, kita sebagai masyarat perlu tahu kapan, dimana, serta dengan siapa kita berbicara ketika hendak melontarkan kata-kata ini.

Di dalam masyrakat, khususnya Indonesia, etika dan moral adalah hal yang sangat penting untuk membangun kepribadian bangsa ini menjadi lebih baik.

Oleh: I Wayan

persmakinday

Recent Posts

Mahasiswa Berprestasi ULM Terima Penganugerahan, Kampus Perkuat Pembinaan Talenta Menuju Ajang Nasional

Banjarmasin, 30 Juni 2026 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih…

3 minggu ago

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept pada Kompetisi Bisnis Internasional di Malaysia

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept, Malaysia

3 minggu ago

REFORMATI INDONESIA: JILID 1

Aksi Reformati Indonesia

4 minggu ago

Sukses Mengabdi di Malaysia, KKN Internasional ULM Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat FELDA

Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…

2 bulan ago

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

2 bulan ago

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara: Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

2 bulan ago