Wisata dan Kuliner

Pasar Ramadan dan Eksistensi Wadai Bingka

Persmakinday – Pasar Ramadan pada awalnya berkembang dari masyarakat dan untuk masyarakat setempat untuk memenuhi beberapa kebutuhan berbuka puasa. Dengan perkembangan zaman dan industri pariwisata, Pasar Ramadan telah menjadi agenda tetap pemerintah daerah dan selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk menyambut bulan ramadan.

Pasar Ramadan biasanya menjadi acara tahunan bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Biasanya saat ramadan para pedagang membuka barang dagangan di setiap sudut kota dan warga mencari takjil untuk dijadikan persediaan berbuka puasa.

Keberadaan dari Pasar Ramadan bertujuan untuk meningkatkan pariwisata, melestarikan budaya daerah dan meningkatkan perekonomian. Pasar Ramadan juga terkenal dengan kuliner khasnya yang beragam. Salah satu kuliner andalan yang sering ditemui di Pasar Ramadan yaitu Kue Bingka atau Wadai Bingka.

Bingka dan eksistensinya saat ramadan

Bingka sendiri merupakan salah satu kue tradisional khas Kalimantan Selatan. Masyarakat Banjar sangat menyukai kue bingka karena rasanya yang manis, lengket, teksturnya yang lembut dan berminyak

Bingka terbuat dari bahan-bahan sebagai berikut: tepung terigu, telur, santan, gula pasir, dan garam. Biasanya, bingka diolah dipanggang menggunakan cetakan berbentuk bunga. Adapun pengolahannya lewat cara dipanaskan memakai oven. Terdapat beraneka pilihan rasa bingka seperti bingka tapai, bingka telur, bingka kelapa muda, bingka labu, bingka pandan, dan lain sebagainya. Meski begitu, tetap bingka kentanglah yang banyak digemari masyarakat.

Bingka kentang yang tetap ramah dikantong

Bingka kentang yang memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut dapat memanjakan lidah dan cocok dijadikan takjil untuk menemani buka puasa saat bulan Ramadan. Kue bingka kentang tergolong jajanan dengan harga ramah di kantong. Satu loyang bingka kentang dihargai mulai Rp 15.000 hingga Rp 45.000 tergantung ukuran. Memang harganya relatif lebih mahal dibandingkan kue lain yang dijual di pasar kue. Meski begitu, kue ini tetap menjadi primadona.

Kuliner ini dapat ditemui pada Pasar Ramadan di masing-masing daerah Kalimantan Selatan. Tetapi mengingat situasi yang sekarang untuk menggelar kegiatan yang mengumpulkan kerumunan orang seperti Pasar Ramadan ini di tengah mewabahnya Pandemic Covid-19, besar kemungkinan Pasar Ramadan akan kembali diliburkan seperti tahun sebelumnya. Namun semoga saja Pasar Ramadan bisa kembali digelar tahun ini sehingga para pedagang dapat berjualan lagi dan para pencinta kuliner khas Kalimantan Selatan bisa berburu jajanan favoritnya selama bulan suci Ramadan tahun ini di Pasar Ramadan, termasuk Wadai Bingka.

Oleh: Hasannudin

persmakinday

Recent Posts

Mahasiswa ULM Raih Prestasi Gemilang, Angkat Isu Anti-Bullying melalui Gagasan Kreatif

Banjarmasin, 25 Maret 2026 — Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali meraih prestasi membanggakan. Muhammad…

3 minggu ago

Rakyat Kalsel Gelar Aksi Damai di DPRD, Sampaikan Lima Tuntutan Utama

Banjarmasin, 2 September 2025 — Ratusan massa aksi yang tergabung dalam aliansi rakyat Kalimantan Selatan…

8 bulan ago

Rektor Universitas Lambung Mangkurat: Mari Jaga Kedamaian dan Kesatuan di Tengah Aksi Mahasiswa

Banjarmasin, Senin 1 September 2025 – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Alim…

8 bulan ago

Konferensi Pers Presiden Prabowo: Hormati Aspirasi, Tegas Lawan Anarkisme

Banjarmasin, 1 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto menggelar konferensi pers di Istana Negara pada…

8 bulan ago

FORMAKIP-K ULM Resmi Gelar Musyawarah Perdana 2025

Banjarmasin, 1 September 2025 – Forum Mahasiswa KIP Kuliah Universitas Lambung Mangkurat (FORMAKIP-K ULM) resmi…

8 bulan ago

UKM FKIP Mengajar Gelar ULM Mengajar 2025 di Desa Pindahan Baru

Banjarmasin, 18 Agustus 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FKIP Mengajar Universitas Lambung Mangkurat resmi…

8 bulan ago