Mahasiswa Muslim PG-SD PG-PAUD (M2P2) merupakan unit kerohanian mahasiswa di tingkat program studi PS-SD dan PG-PAUD FKIP ULM. UKM-P ini dibentuk pada 14 April 2014 dan diresmikan dua hari setelahnya. Menjalani tidak kurang dari empat kali pergantian kepengurusan, pembentukan M2P2 rupanya merupakan inisiatif dari seorang biro mushola.
Diceritakan oleh Andre, mantan Ketua M2P2 (13/12/2018) periode 2018, biro mushola sekaligus mahasiswa bernama Hairul awalnya ditugaskan untuk menjaga mushola. Melihat banyaknya minat mahasiswa mengkaji pengetahuan di tempat tersebut, muncul keinginan Hairul untuk membentuk unit keagamaan tingkat prodinya.
Hal itu didukung oleh UKMM, unit kerohanian tingkat universitas yang menghimpun unit serupa dari beberapa fakultas dan program studi di ULM. Sejak itulah M2P2 mulai mengibarkan sayap dan dinahkodai oleh Hairul.
Selama empat tahun berkecimpung, Andre mengaku M2P2 terus mengalami peningkatan terutama dari jumlah peminat. M2P2 tercatat memiliki sekitar 400 kader terdaftar. Meski begitu, Andre yang baru melepas jabatan pada 16 Desember lalu mengatakan pengelolaan SDM di M2P2 masih kurang maksimal, sehingga hal tersebut menjadi pr bersama untuk semakin meningkatkan M2P2.
“Kami masih mencoba mengembangkan dan mengelola kader dengan baik, jangan sampai disia-siakan mahasiswa yang 400 itu,” ujar pria dengan nama lengkap Andre Ferdian ini.
Meski terbilang masih baru, M2P2 fokus pada tujuan untuk memfasilitasi dan mendukung mahasiswa PG-SD dan PG-PAUD yang ingin menjadi lebih baik dari segi akhlak dan agama.
Penulis: Malia
Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa
Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual
Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…
Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…
Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…
Banjarmasin, 22 April 2026 ‒ Setelah aksi pertama pada 17 April lalu gagal menyampaikan aspirasi…