Food

Pandemi COVID-19 Menghijaukan Bumi

persmakinday.com – Tak dapat dipungkiri bahwa penyebaran Pandemi Covid-19 membawa kesengsaraan di berbagai belahan dunia. Setelah virus corona mulai menyebar hampir ke seluruh dunia, tiap negara mulai melakukan kebijakan lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Fasilitas-fasilitas umum ditutup selama kebijakan ini berlangsung sehingga kehidupan di luar menjadi sepi. Di sisi lain, bumi mulai memulihkan diri ketika semua manusia dipaksa untuk berdiam di rumah selama pandemi COVID-19.

Dampak Positif

Pada bulan Maret yang lalu. Kanal di Venesia, Italia mulai menjadi jernih, semenjak mereka menjalani lockdown. Italia merupakan salah satu negara yang memiliki sungai terkotor di dunia.

Kebijakan ini otomatis membuat kanal-kanal di Venesia yang biasanya penuh oleh turis menjadi sepi. Air yang menjadi jernih ini karena sedikitnya lalu lintas di kanal. Akibat dari sedimen yang tertumpuk di dasar kanal mengalir ke permukaan air. Hal ini mengakibatkan kehidupan air mulai hidup, contohnya seperti ikan dan angsa kembali bermunculan.

Dampak positif tak hanya terasa di Italia saja, tetapi juga di seluruh dunia. Hal yang paling dapat kita rasakan adalah polusi udara yang mulai berkurang. Hal ini diakibatkan oleh berkurangnya kendaraan di jalan raya. Sehingga, kadar nitrogen dioksida akibat asap dari pembakaran BBM berkurang secara signifikan.

Foto-foto dari satelit memperkuat fakta. Bahwa polusi udara telah berkurang di daerah Eropa dan Cina. Selain itu, kadar polusi yang menurun membuat langit terlihat lebih cerah. Bahkan jarak pandang semakin bertambah. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya foto Pegunungan Himalaya yang dapat terlihat dari jarak ribuan kilometer. Emisi gas rumah kaca juga drastis menurun untuk pertama kalinya, kembali seperti kondisi di tahun 1990-an.

Selain berkurangnya polusi udara, di media sosial banyak beredar bahwa hewan-hewan liar mulai bermunculan di pemukiman warga. Seperti di Venesia, di mana munculnya ikan dan angsa di kanal, lumba-lumba juga muncul di Sardinia, Italia. Contoh lainnya juga seperti spesies musang langka muncul di tengah Kota Meppayur, India dan rusa di Kota Nara, Jepang yang sampai ke perkotaan.

Dapat disimpulkan bahwa meski kita sedang berada di kondisi yang terpuruk, di sisi lain adapula hikmah yang kita dapatkan. Diharapkan manusia dapat merefleksikan diri untuk menjaga kelestarian alam sehingga kondisi bumi saat ini dapat terus dipertahankan meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir.

Saarah

persmakinday

Recent Posts

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

15 jam ago

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara: Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

2 hari ago

Ketua BEM ULM Akui Kebenaran Isu Mabuk dalam Rapat Terbuka

Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…

2 hari ago

Penguatan Peran Homeless Media dalam Ekosistem Media Lokal di Banjarmasin

Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…

4 hari ago

ULM Terapkan Larangan Plastik Sekali Pakai Demi Wujudkan Green Campus

Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…

2 minggu ago

Aksi Jilid II #ResetIndonesia, Mahasiswa dan Masyarakat Kawal Tuntutan hingga DPRD Kalsel

Banjarmasin, 22 April 2026 ‒ Setelah aksi pertama pada 17 April lalu gagal menyampaikan aspirasi…

3 minggu ago