Kesehatan

Perempuan Lebih Rentan Mengalami Penyakit Kanker, Benarkah?

Persmakinday – Walaupun perempuan berumur lebih panjang daripada laki-laki, tetapi perempuan lebih rentan terkena penyakit kritis seperti kanker. Penyakit kritis sendiri adalah penyakit yang berpeluang besar terjadinya kematian. Data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2014, penyebab kematian tertinggi kedua untuk wanita adalah kanker (21,6%), setelah penyakit jantung (22,3%). Lalu, disusul penyakit paru-paru kronis, strok, Alzheimer, diabetes melitus, influenza, pneumonia, penyakit ginjal, dan sepsis.

Perlu diketahui, kasus penyakit kanker pada wanita meningkat dari tahun ke tahun.  Kasus kanker payudara yang menempati posisi pertama. Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) mengatakan bahwa, kanker payudara di Indonesia mencapai angka 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rerata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Kanker payudara menjadi beban tersendiri bagi wanita. Tercatat angka survival rate dari penyakit ini bervariasi di tiap negara. Negara dengan kategori miskin menduduki angka 40% untuk survival rate penyakit kanker payudara, sedangkan negara maju berada di angka 80%. Angka survival rate yang rendah di negara miskin dan berkembang diduga akibat keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan awal terhadap kanker payudara.

Kenapa Perempuan Lebih Rentan?

Diketahui, wanita lebih rentan mengalami kanker payudara dibandingkan pria karena lebih banyak terpapar hormon estrogen. Menstruasi yang terjadi lebih awal, menopause yang lebih lama, dan kehamilan pertama pada usia tua merupakan faktor risiko utama kanker payudara. Selain menyebabkan kematian, penyakit kanker payudara tentunya juga memberikan beban finansial pada pasien.

Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan secara tepat penyakit kanker sangatlah penting. Kita ketahui biaya untuk penanganan penyakit kanker payudara yang sangat besar dan berkelanjutan. Upaya pencegahan dan pengendalian kanker payudara dilakukan dengan cara deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun. Metode yang digunakan adalah Pemeriksaan Payudara Klinis.

Kita juga tidak perlu takut untuk memeriksakan diri ke dokter sedini mungkin, karena mencegah dan melakukan deteksi tentunya penyakit kanker ini akan lebih baik daripada mengobati.

 

Oleh : Wafa Azizah

persmakinday

Recent Posts

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

15 jam ago

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara: Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

2 hari ago

Ketua BEM ULM Akui Kebenaran Isu Mabuk dalam Rapat Terbuka

Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…

2 hari ago

Penguatan Peran Homeless Media dalam Ekosistem Media Lokal di Banjarmasin

Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…

4 hari ago

ULM Terapkan Larangan Plastik Sekali Pakai Demi Wujudkan Green Campus

Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…

2 minggu ago

Aksi Jilid II #ResetIndonesia, Mahasiswa dan Masyarakat Kawal Tuntutan hingga DPRD Kalsel

Banjarmasin, 22 April 2026 ‒ Setelah aksi pertama pada 17 April lalu gagal menyampaikan aspirasi…

3 minggu ago