Berita

Ramai Akun Badan Eksekutif Mahasiswa Kritik Kepemimpinan Jokowi

Persmakinday – Di era digital sekarang kita tidak bisa menampik bahwa media sosial memegang pengaruh yang begitu besar. Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berbagi kabar, tapi lebih dari itu. Media sosial dewasa ini menjadi tempat untuk orang dari segala penjuru dunia mengekspresikan dirinya.

Di Indonesia sendiri, salah satu media sosial yang kerap digunakan oleh berbagai lapisan masyarat adalah instagram, utamanya para akademisi. Instagram seakan menjadi hal yang wajib untuk setiap badan kepengurusan yang ada di kampus, apapun namanya. Mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa, atau unit-unit lainnya.

Baru-baru ini yang masih hangat diperbincangkan adalah beberapa akun resmi BEM seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan beberapa akun BEM yang lain menyuarakan keresahan mereka atas kepemimpinan Jokowi. Di antara  unggahan akun BEM tersebut menjuluki Jokowi sebagai “The king of lip service”, Ma’ruf Amin sebagai “King of silent” dan Puan Maharani sebagai “The queen of ghosting”.

Meme bermuatan kritik tersebut juga disertai oleh deretan kajian yang menjadi bukti dalam unggahan tersebut. Tidak ketinggalan, BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga mengunggah postingan bernada yang sama. Melalui akun resminya @bemulm , BEM ULM mengungkapkan serangkain fakta yang bertolak belakang dengan apa yang pernah dijanjikan kepemimpinan Jokowi.  Di akhir postingan BEM ULM menyertakan foto Jokowi yang mengenakan baju besi dan membawa pedang tak ketinggalan mahkota di kepalanya dengan tulisan “JOKOWI SI-RAJA PENGERAMPUT?”.

Tanggapan Jokowi Usai Deretan Gelar Disematkan Untuknya

Presiden Jokowi  melalui akun instagram resminya menanggapi postingan mahasiswa yang mengkritik dirinya dengan santai. Jokowi mengatakan bahwa hal seperti sudah lama ditujukan kepada dirinya.

“Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. jadi kritik itu boleh-boleh saja,” ujar orang nomor satu di Indonesia itu.

Lalu bagaimana kelanjutannya, apakah kritik mahasiswa yang merupakan perwujudan demokrasi benar-benar dilindungi?

Oleh : SA

persmakinday

Recent Posts

Mahasiswa Berprestasi ULM Terima Penganugerahan, Kampus Perkuat Pembinaan Talenta Menuju Ajang Nasional

Banjarmasin, 30 Juni 2026 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih…

3 minggu ago

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept pada Kompetisi Bisnis Internasional di Malaysia

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept, Malaysia

3 minggu ago

REFORMATI INDONESIA: JILID 1

Aksi Reformati Indonesia

4 minggu ago

Sukses Mengabdi di Malaysia, KKN Internasional ULM Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat FELDA

Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…

2 bulan ago

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

2 bulan ago

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara: Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual

2 bulan ago