Gumpalan Abu
Dalam bentang biru kanvas Tuhan.
Gumpalan abu bertengger, melingkar dengan anggun.
Bagai alkisah hamba yang terkubur dalam bayang.
Gumpalan abu berdansa perlahan, mengisahkan perjalanan jiwa yang tersembunyi berkecamuk dalam pikiran.
Gumpalan abu ibarat cermin yang buram, mengaburkan pandangan.
Bagai halnya hamba yang membawa beban jauh di dalam.
Kendati begitu, gumpalan abu juga membawa harap.
Dalam kelamnya, ada kesempatan untuk bersinar.
Bagai halnya hamba yang disapa tilikan hangat sang mentari.
Ketika gumpalan abu mencurahkan air mata, tetesan yang gugur membasahi lahan yang gersang.
Selalu ada pemurnian dan penyembuhan.
Gumpalan abu, perumpamaan tentang ketabahan dan harapan.
Bagaikan hamba yang mengarung badai dalam torehan kelam.
Lengkungan elok tiap warna hanya muncul seusai tangisan sang gumpalan abu, bukan?
Penulis: Dwi Rara Rahmiati
Banjarmasin, 25 Maret 2026 — Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali meraih prestasi membanggakan. Muhammad…
Banjarmasin, 2 September 2025 — Ratusan massa aksi yang tergabung dalam aliansi rakyat Kalimantan Selatan…
Banjarmasin, Senin 1 September 2025 – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ahmad Alim…
Banjarmasin, 1 September 2025 – Presiden Prabowo Subianto menggelar konferensi pers di Istana Negara pada…
Banjarmasin, 1 September 2025 – Forum Mahasiswa KIP Kuliah Universitas Lambung Mangkurat (FORMAKIP-K ULM) resmi…
Banjarmasin, 18 Agustus 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FKIP Mengajar Universitas Lambung Mangkurat resmi…