Gumpalan Abu
Dalam bentang biru kanvas Tuhan.
Gumpalan abu bertengger, melingkar dengan anggun.
Bagai alkisah hamba yang terkubur dalam bayang.
Gumpalan abu berdansa perlahan, mengisahkan perjalanan jiwa yang tersembunyi berkecamuk dalam pikiran.
Gumpalan abu ibarat cermin yang buram, mengaburkan pandangan.
Bagai halnya hamba yang membawa beban jauh di dalam.
Kendati begitu, gumpalan abu juga membawa harap.
Dalam kelamnya, ada kesempatan untuk bersinar.
Bagai halnya hamba yang disapa tilikan hangat sang mentari.
Ketika gumpalan abu mencurahkan air mata, tetesan yang gugur membasahi lahan yang gersang.
Selalu ada pemurnian dan penyembuhan.
Gumpalan abu, perumpamaan tentang ketabahan dan harapan.
Bagaikan hamba yang mengarung badai dalam torehan kelam.
Lengkungan elok tiap warna hanya muncul seusai tangisan sang gumpalan abu, bukan?
Penulis: Dwi Rara Rahmiati
Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…
Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa
Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual
Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…
Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…
Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…