Banjarmasin, 27 Juni 2026 – Tiga mahasiswa ULM (Universitas Lambung Mangkurat), Wafa Raudhati, Nida Amirrah, dan Rizqi Amaliya, berhasil mengharumkan nama Indonesia. Mereka meraih 1st Best Branding Concept pada ajang International Business Plan Competition (IBPC) 2026 di Malaysia pada 16–21 Mei 2026. Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) menyelenggarakan kompetisi tersebut. Sebanyak 59 tim dari 15 perguruan tinggi mengikuti ajang tersebut.
Mahasiswa ULM tersebut meraih penghargaan melalui inovasi Circubana. Tim mengembangkan Circubana, bioleather berbahan dasar limbah pelepah pisang, sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti kulit hewan maupun kulit sintetis. Pelaku industri fesyen dapat memanfaatkan bioleather tersebut sebagai bahan baku berbagai produk, seperti tas, sepatu, dan dompet.
Salah satu anggota tim, Nida Amirrah, mengungkapkan bahwa pencapaian mahasiswa ULM tersebut merupakan hasil persiapan selama kurang lebih enam bulan. Selama periode itu, tim fokus mengembangkan ide bisnis, melakukan riset, dan mempersiapkan presentasi di hadapan dewan juri.
“Ketika nama tim kami diumumkan sebagai pemenang, rasanya masih sulit dipercaya. Kami sangat bahagia karena perjuangan selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Bagi Wafa Raudhati dan Rizqi Amaliya, kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mengikuti ajang bisnis tingkat internasional. Kedua mahasiswa ULM tersebut mengaku termotivasi untuk mencoba tantangan baru. Mereka juga ingin membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Rizqi, strategi branding yang kreatif menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Circubana meraih penghargaan Best Branding Concept. Tim tidak hanya mengandalkan presentasi visual. Mereka juga membawa proposal fisik dan sampel bioleather. Langkah tersebut memungkinkan dewan juri melihat sekaligus merasakan kualitas produk secara langsung.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada juri. Dengan begitu, mereka tidak hanya melihat konsep, tetapi juga bukti fisik dari inovasi yang kami kembangkan,” jelasnya.
Meski berhasil meraih prestasi, mahasiswa ULM tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan mereka adalah mempresentasikan ide bisnis dan menjawab pertanyaan dewan juri dalam bahasa Inggris. Untuk mengatasinya, mereka melakukan latihan intensif. Mereka juga mengadakan simulasi presentasi dan mempersiapkan berbagai kemungkinan pertanyaan.
Selain tantangan bahasa, tekanan mental selama masa persiapan juga menjadi hambatan bagi mahasiswa ULM tersebut. Padatnya aktivitas perkuliahan dan organisasi sempat menurunkan kepercayaan diri tim. Namun, dukungan antarsesama anggota membantu mereka tetap fokus hingga kompetisi berlangsung.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan di Malaysia, mahasiswa ULM tersebut memperoleh pengalaman berharga. Mereka berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Menurut mereka, kompetisi internasional bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan akademik. Melalui kegiatan tersebut, mereka juga memperluas jejaring, memahami budaya baru, dan mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya.
Melalui prestasi tersebut, Wafa, Nida, dan Rizqi berharap semakin banyak mahasiswa ULM yang berani mengikuti kompetisi internasional. Mereka menilai bahwa bakat bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Keberhasilan juga bergantung pada keberanian mencoba, konsistensi belajar, dan kerja sama tim yang solid.
“Jangan takut mencoba hal baru. Kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang proses belajar dan pengalaman yang akan membentuk diri kita,” tutur Wafa.
Prestasi mahasiswa ULM tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal memiliki peluang besar untuk memperoleh pengakuan di tingkat internasional. Tim membuktikan bahwa riset yang matang, strategi branding yang kuat, serta kolaborasi yang baik mampu menghasilkan prestasi di tingkat global.
Penulis: Raihana Zakira
Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…
Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa
Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual
Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…
Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…