Banjarmasin, 30 Juni 2026 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih juara I, II, dan III pada berbagai kompetisi tingkat universitas, Senin, 29 Juni 2026, di General Building Lecture Theater ULM Banjarmasin.
Universitas memberikan penghargaan kepada pemenang ajang National University Debating Championship (NUDC), Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA), Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM), serta Pekan Seni Mahasiswa Indonesia (PEKSIMA).
Salah satu penerima penghargaan, Dewi Sukma Asmara dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Juara II cabang menyanyi keroncong pada PEKSIMA ULM 2026. Ia mengaku pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan kompetisi pertamanya selama menjadi mahasiswa.
“Saya sangat bahagia karena ini lomba pertama saya saat kuliah. Awalnya saya juga baru pertama kali terjun ke keroncong setelah dipilih oleh dosen. Itu menjadi sebuah kebanggaan karena dipercaya mewakili cabang tersebut,” ujar Dewi.
Ia menjalani persiapan melalui latihan intensif hingga akhirnya meraih prestasi. Menurutnya, manajemen waktu menjadi kunci utama bagi mahasiswa yang ingin aktif berprestasi tanpa mengabaikan kewajiban akademik.
“Kalau ada waktu luang setelah perkuliahan, manfaatkan sebaik mungkin untuk latihan. Walaupun hanya satu jam, tetap bisa digunakan untuk mengasah kemampuan,” tuturnya.
Prestasi serupa juga diraih Muhammad Sahriannor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia memperoleh Juara II cabang dangdut putra pada PEKSIMA ULM 2026. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang belum berhasil meraih juara, ia menilai keberhasilannya kali ini merupakan hasil dari pengalaman dan ketekunan berlatih.
“Perasaan saya lebih ke lega karena tujuan awal ikut lomba hanya ingin mencari pengalaman. Tahun lalu saya juga ikut cabang yang sama, tetapi belum berhasil. Tahun ini mencoba lagi dan ternyata ada peningkatan hingga mendapatkan juara dua,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Talenta ULM 2026, Muhammad Abdan Sadiqi, menjelaskan bahwa penganugerahan merupakan bentuk apresiasi universitas terhadap mahasiswa yang berhasil mengharumkan nama kampus melalui berbagai kompetisi.
“Ini merupakan bentuk penghargaan atas prestasi mahasiswa. Nantinya juga akan ada penganugerahan yang lebih besar pada akhir tahun. Kali ini penghargaan diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti kompetisi internal ULM,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan universitas tidak berhenti pada pemberian penghargaan. ULM juga membina mahasiswa sejak seleksi tingkat internal. Setelah itu, universitas mendampingi mereka mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Kami melakukan pembinaan, kemudian setelah mereka terpilih menjadi perwakilan ULM, kami mengupayakan pendanaan, pendampingan, serta pembinaan berkelanjutan hingga mereka benar-benar siap mengikuti kompetisi di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Sejak 2025, Pokja Talenta ULM juga mendata mahasiswa baru yang memiliki rekam jejak prestasi sejak jenjang SMA. Universitas menggunakan data tersebut untuk mengarahkan mahasiswa mengikuti kompetisi yang sesuai dengan bidang dan potensi masing-masing.
“Mahasiswa yang pernah berprestasi sejak SMA, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional, kami data agar dapat diarahkan mengikuti kompetisi yang sesuai. Selain itu, pembinaan rutin juga terus kami lakukan dengan menyesuaikan dukungan dan anggaran yang tersedia agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, ULM berharap mampu meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi. ULM juga ingin memperkuat budaya akademik dan nonakademik di lingkungan kampus.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki kemampuan yang baik, tetapi belum berani menunjukkan kompetensinya melalui kompetisi.
“Yang paling penting adalah berani mencoba. Saya yakin banyak talenta yang sebenarnya dimiliki mahasiswa, tetapi belum berani mengikuti perlombaan. Mulailah dari tingkat universitas atau fakultas, kemudian terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Cari dosen pembimbing yang dapat mendampingi selama proses persiapan dan jangan lupa meminta doa serta dukungan dari orang tua dan keluarga. Dengan begitu, peluang untuk meraih prestasi akan semakin besar,” pungkasnya.
Penulis:
Raihana Zakira
Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept, Malaysia
Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…
Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa
Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual
Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…