Kabar Kampus

Empat Kandidat Calon Rektor ULM Paparkan Gagasan

Dokumentasi Penyampaian pada Rapat Senat

Empat Kandidat Calon Rektor ULM Paparkan Visi, Misi, dan Program Kerja untuk Periode 2026–2030

Empat bakal calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam Rapat Senat Terbuka di Lecture Theater General Building ULM, Rabu (22/7/2026). Selanjutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemilihan rektor. Setelah itu, senat akan menyaring empat kandidat menjadi tiga nama yang melaju ke tahap berikutnya.

Ketua Senat ULM, Prof. Dr. Ir. H. Luthfi, M.S., menegaskan bahwa pemilihan rektor menjadi momentum penting bagi arah pembangunan universitas selama empat tahun ke depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota senat menggunakan hak pilih secara objektif. Menurutnya, anggota senat perlu mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, kemampuan kepemimpinan, serta visi dan misi setiap kandidat. Dengan demikian, ULM dapat memiliki pemimpin yang mampu membawa universitas semakin maju dan berdaya saing.

Empat Kandidat Calon Rektor ULM

Keempat kandidat menawarkan gagasan yang berbeda untuk menjawab tantangan pengembangan universitas. Pertama, Prof. Muthia Elma mengusung tata kelola berbasis data melalui konsep ULM One Data. Selain itu, ia mendorong penguatan riset lingkungan lahan basah sebagai identitas dan keunggulan ULM.

Selanjutnya, Dr. Iwan Aflanie menawarkan transformasi digital menyeluruh melalui konsep Smart Campus. Di samping itu, ia menyiapkan langkah strategis menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Di sisi lain, Prof. Dr. Ahmad memfokuskan programnya pada penguatan kemandirian finansial universitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, ia mendorong optimalisasi aset lahan serta pengembangan bisnis non-UKT sebagai sumber pendapatan kampus.

Sementara itu, Rusmansyah menitikberatkan peningkatan mutu lulusan. Selain mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, ia juga mengusulkan sertifikasi kompetensi dan penguatan sistem keamanan siber.

Isu Strategis Jadi Perhatian Sivitas Akademika

Selain mendengarkan visi dan program kerja, sivitas akademika juga menyoroti sejumlah isu strategis. Di antaranya, kesejahteraan dosen, tata kelola keuangan yang transparan, serta keberlanjutan kondisi keuangan universitas.

Tak hanya itu, sivitas akademika juga menaruh perhatian pada kepastian pemenuhan hak finansial pegawai. Tunjangan kinerja (tukin) dan arah kebijakan tahun 2027 menjadi topik yang banyak dibahas. Oleh sebab itu, berbagai persoalan tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan setiap calon pemimpin ULM menghadapi tantangan tata kelola universitas.

Setiap Kandidat Tunjukkan Komitmen

Prof. Luthfi mengapresiasi berbagai gagasan yang disampaikan para kandidat. Menurutnya, setiap program menunjukkan komitmen untuk membawa ULM terus berkembang. Karena itu, para kandidat perlu merealisasikan visi dan program kerja menjadi kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan universitas dan seluruh sivitas akademika.

Mahasiswa Harapkan Ruang Dialog yang Lebih Terbuka

Sementara proses pemilihan rektor berlangsung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM juga menyampaikan harapannya kepada calon pemimpin universitas. Kepala Bidang Kemahasiswaan BEM ULM, Rusmad, menilai bahwa perhatian mahasiswa tidak hanya tertuju pada fasilitas dan layanan akademik. Namun, mahasiswa juga membutuhkan ruang komunikasi yang lebih terbuka dengan pimpinan universitas agar setiap aspirasi memperoleh tindak lanjut yang lebih efektif.

“Kalau kita berbicara dari POV mahasiswa, khususnya urun rembuk Ormawa yang memang dua tahun terakhir tidak terlaksana, kami berharap itu bisa kembali menjadi ruang komunikasi antara pimpinan universitas dan mahasiswa,” ujar Rusmad.

Forum Dialog Dinilai Penting

Rusmad berharap forum dialog antara mahasiswa dan para kandidat dapat membuka komunikasi yang lebih terbuka. Selain itu, ia berharap rektor terpilih bersedia berdialog secara rutin dengan organisasi kemahasiswaan setiap dua atau tiga bulan. Dengan begitu, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa terhambat birokrasi.

Setelah rapat senat terbuka berakhir, panitia melanjutkan proses pemilihan melalui rapat tertutup. Selanjutnya, panitia akan menentukan tiga kandidat yang berhak melaju ke tahap akhir pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat periode 2026–2030.

 

Penulis: Nurkamila

persmakinday

Recent Posts

Lika-liku Menjadi PersMa: Tekanan, Perlindungan?

kerja jurnalistik dan lika-likunya

2 hari ago

Mahasiswa Berprestasi ULM Terima Penganugerahan, Kampus Perkuat Pembinaan Talenta Menuju Ajang Nasional

Banjarmasin, 30 Juni 2026 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih…

3 minggu ago

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept pada Kompetisi Bisnis Internasional di Malaysia

Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept, Malaysia

4 minggu ago

REFORMATI INDONESIA: JILID 1

Aksi Reformati Indonesia

1 bulan ago

Sukses Mengabdi di Malaysia, KKN Internasional ULM Hadirkan Program Berdampak bagi Masyarakat FELDA

Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…

2 bulan ago

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

2 bulan ago