Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan melakukan aksi unjuk rasa damai di Jl. Lambung Mangkurat pada Kamis (20/09/2018) di dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel). Aksi ini merupakan pernyataan sikap atas turunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Penurunan nilai tukar Rupiah ini dianggap dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Tidak seperti yang sempat terjadi minggu lalu, mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa damai kali ini tidak diperbolehkan memasuki gedung DPRD Kalsel. Puluhan polisi tampak berjejer dengan rapat, sebagai upaya mengantisipasi aksi anarkis mahasiswa.
Ada tujuh pokok yang dituntut Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan, di antaranya:
Namun, hingga pukul 13.00 WITA, aksi damai yang diikuti gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan (BEM se-Kalsel) belum mendapat titik temu. Pihak DPRD hanya memperbolehkan 10 perwakilan mahasiswa, tetapi mahasiswa menolak dan tetap menginginkan seluruh peserta unjuk rasa memasuki gedung.
“Kami tetap pada pendirian, hari ini harus terselenggara sidang rakyat,” ujar Aldi, ketua BEM Univesitas Lambung Mangkurat.
Nurdin Ardalepa, anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa Univesitas Islam Negeri (DEMA UIN) Antasari juga menyebutkan hal yang serupa.
“Jika hari ini tuntutan mahasiswa tidak dipenuhi, maka kami akan datang dengan massa yang lebih besar,” ucapnya.
Penulis: Hafizah Fikriah Waskan
Barito Kuala, 1 Agustus 2026 — UKM FKIP Mengajar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menjalankan…
Penyampaian Visi, Misi, dan Proker empat kandidat calon Rektor
Banjarmasin, 30 Juni 2026 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menganugerahkan penghargaan kepada mahasiswa yang meraih…
Mahasiswa ULM Raih Juara 1 Best Branding Concept, Malaysia