Dulu masa SD ingat, puisi adalah soal pemandangan indah yang bahkan tak pernah kau sua
Masa SMP, puisi lebih dekat tapi terlalu jauh mengenang sejarah yang kau coba resapi penuh makna
Masa SMA, puisi terlalu formal dan monoton kau lupa dan terus bertanya apa asyiknya
Masa kuliah, puisi tinggal kenangan-kenangan pelajaran bahasa belaka
Dulu masa SD ingat, sering lari ke pelukan diary dan coba tulis dua baris curhatan hati
SMP lebih parah, hampir tiap hari lari ke dunia fiksi dan tulis puisi penuh misteri dan kode interpretasi
SMA kabut mulai berlalu, puisi bukan tentang membenci dunia tapi tentang membenci diri sendiri
Tapi kuliah, puisi mengajari untuk berusaha mencintai diri sendiri
Penikmat dan Pewarna puisi tidak bisa sesuka hati melangkah di dunia saat tekanan sistem yang ada,
mengucilkan dan mempenjara aspirasi diri
Namun sesudah merasakan bebasnya dunia dan udara luar,
Itulah saatnya melangkah dan terbang ke masa depan
…
Dedicated for International Poetry Day on March 21st, 2020
(T. Mellinia)
Malaysia, Mei 2026 — Mahasiswa KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan I sukses melaksanakan…
Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa
Ketua BEM Dinonaktifkan Sementara dalam Rapat Terbuka Dugaan Kasus Mabuk dan Kekerasan Seksual
Banjarmasin, 13 Mei 2026 – “Terkait pernah minum atau tidak, saya akui saya pernah,” ujar…
Banjarmasin, 11 Mei 2026 – Kegiatan bertema “Penguatan Peran Akun Media Sosial Homeless Media dalam…
Banjarmasin, 30 April 2026 ‒ Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi mengeluarkan Surat Edaran Rektor Nomor…