LPM Kinday

Kabar Kampus Universitas Lambung Mangkurat

LA2M Gelar Diskusi Perihal Pergerakan Mahasiswa di Era Milenial

Lembaga Advokasi dan Aksi Mahasiswa (LA2M) mengadakan acara Diskusi Publik dengan tema “Pergerakan Mahasiswa di Era Milenial” di Aula PLB lantai 3 Ki Hajar Dewantara, Sabtu (31/03/2018).

Ada tiga narasumber dalam Diskusi Publik tersebut, di antaranya Drs. M. Zaenal Arifin Anis, M. Hum, dosen Pendidikan Sejarah FKIP, Ahmad Zaki, S.Pd, pendiri LA2M Kalsel, dan Ariyanto, S.H, Ketua BEM-KM  periode 2016.

Pak Anis, begitu sapaan akrab sang pemateri pertama yang menyampaikan bahwa kunci seorang mahasiswa adalah idealisme, kecerdasan, sikap kritis, kepekaan sosial, keberanian, dan pengorbanan.

“Tanggung jawab mahasiswa ialah berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, serta menentukan hak-hak umat. Tapi yang mahasiswa juga perlu tahu, etika itu sangat penting,” ungkap beliau.

Dilanjutkan dengan Ahmad Zaki yang menyatakan mahasiswa masa kini berbudaya 5K; kuliah, kantin, kost, kencan, dan kerja. Jauh berbeda dengan mahasiswa di masa reformasi, budaya 5K kini sudah tertanam sejak mahasiswa pertama kali masuk kuliah.

Lain lagi dengan Ariyanto yang mengatakan bahwa generasi milenial (1980-1995) merupakan generasi yang paling beragam baik dari segi berpendidikan, kesejahteraan, atau kolaborasi.

“Setiap orang adalah media, dan apa manfaatnya bagi saya. Masyarakat baru Indonesia itu kelas menengah baru di bawah 45 tahun. Pendidikannya cukup tinggi, kesejahteraan membaik, melek internet, dan native democracy,” papar Ariyanto.

Di samping itu, pemandangan spanduk yang hanya ditulis menggunakan pylox rupanya bukan tanpa alasan. Disampaikan oleh Meliawati selaku ketua pelaksana, ciri khas spanduk LA2M memang sengaja hand made oleh anggota-anggota LA2M sendiri.

“Sudah jadi ciri khas kami untuk acara diskusi seperti ini agar menjaga nilai-nilai kesederhanaan, karena yang terpenting bukan dilihat dari bagaimana bagusnya ruangan ataupun yang lainnya, tetapi apa yang kita dapat dari kegiatan tersebut hal apa yang bisa kita ambil ilmunya untuk di bawa pulang,” terang Melia.

 

Penulis: Rizki Tri Yuniar, Nanda Naila