Barito Kuala, 1 Agustus 2026 — UKM FKIP Mengajar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menjalankan program pengabdian kepada masyarakat melalui ULM Mengajar 2026. Kegiatan berlangsung selama empat hari tiga malam mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Tamban Raya, Kecamatan Mekar Sari, Kabupaten Barito Kuala.
Program ini mengususng semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada empat bidang yaitu pendidikan, sosial lingkungan, ekonomi, dan kesehatan. Panitia menyusun seluruh program berdasarkan kebutuhan masyarakat yang mereka temukan saat survei lapangan.
Empat Bidang Pengabdian
Ketua Pelaksana ULM Mengajar 2026, Rudy Mahmudi, menjelaskan bahwa setiap bidang memiliki program kerja yang berbeda.
Pada bidang ekonomi, mahasiswa menggelar pasar kaget, menjual berbagai produk, dan memberikan sosialisasi mengenai pengembangan ekonomi masyarakat. Di bidang kesehatan, mahasiswa mengadakan pemeriksaan kesehatan serta sosialisasi tentang berbagai penyakit yang rentan dialami masyarakat.
Mahasiswa juga mengajar dan memberikan sosialisasi kepada siswa sekolah dasar dalam bidang pendidikan. Sementara itu, pada bidang sosial lingkungan, mereka membuat media edukasi, memasang poster, serta mengadakan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Program Berangkat dari Hasil Survei
Rudy menjelaskan bahwa panitia melakukan survei selama hampir dua bulan sebelum kegiatan dimulai. Survei tersebut membantu panitia mengenali kondisi, kebutuhan, dan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa. Hasil survei itu kemudian menjadi dasar penyusunan seluruh program kerja.
“Tujuannya sendiri pastinya untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di desa. Setelah hampir dua bulan melaksanakan survei, kami mendapatkan gambaran mengenai kendala yang dihadapi masyarakat dan pihak desa. Dari situ kami berusaha menjawab permasalahan tersebut melalui program kerja yang telah kami susun,” ujarnya.
Menurut Rudy, keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam penyusunan program. Berbagai masukan yang mereka berikan membantu panitia menentukan kegiatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Harapan untuk Masyarakat dan Mahasiswa
Rudy berharap ULM Mengajar 2026 dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Ia juga ingin kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh selama kuliah.
“Semoga kegiatan ini bisa lebih baik lagi dan dapat menjangkau sekolah atau fasilitas yang memang membutuhkan perhatian khusus dari kita sebagai mahasiswa. Semoga ULM Mengajar edisi ke-10 nantinya dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan pihak sekolah yang kami datangi,” ungkapnya.
Melalui empat bidang pengabdian tersebut, ULM Mengajar 2026 berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Tamban Raya. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi langsung bagi masyarakat.
Penulis
Risa Aulia
