LPM Kinday

Kabar Kampus Universitas Lambung Mangkurat

Mahasiswa di Banjarmasin Gelar Aksi #IndonesiaGelap, Soroti Efisiensi Anggaran Pendidikan

Banjarmasin, 17 Februari 2025 – Sejumlah mahasiswa di Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa bertajuk #IndonesiaGelap sebagai bentuk protes terhadap kebijakan efisiensi anggaran pendidikan yang dinilai berdampak negatif pada kualitas pendidikan di Indonesia. Aksi yang berlangsung pada hari ini di depan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan ini diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka, seperti “Pendidikan Bukan Komoditas!” dan “Stop Pemangkasan Anggaran Pendidikan!”. Mereka menilai bahwa kebijakan efisiensi anggaran justru memperparah ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Koordinator aksi, Ahmad Fauzan, menyatakan bahwa pemangkasan anggaran pendidikan yang dilakukan pemerintah bertentangan dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 yang mewajibkan negara untuk mengalokasikan dana pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD. Para demonstran memprotes pemangkasan anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp22,5 triliun dari total anggaran tahun 2025 yang mencapai Rp57,6 triliun. Mereka khawatir pemotongan ini akan berdampak negatif pada kualitas pendidikan dan mengancam keberlanjutan studi bagi banyak mahasiswa.

“Kami melihat bahwa pemotongan anggaran ini akan berdampak pada semakin mahalnya biaya kuliah, kurangnya fasilitas pendidikan yang layak, hingga berkurangnya bantuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu,” ujarnya.

Selain berunjuk rasa, para mahasiswa juga melakukan diskusi terbuka di ruang publik untuk menyampaikan kajian terkait implikasi dari kebijakan efisiensi anggaran. Mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan pemangkasan anggaran pendidikan dan mengalokasikan dana yang memadai guna memastikan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka juga mendesak pemerintah untuk lebih transparan dalam pengelolaan anggaran dan mengutamakan sektor-sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan dalam perencanaan keuangan negara.

Aksi #IndonesiaGelap ini pun mendapat perhatian luas di media sosial. Tagar tersebut menjadi trending di berbagai platform digital, dengan banyak mahasiswa dan akademisi yang ikut menyuarakan keresahan mereka terhadap kebijakan efisiensi anggaran pendidikan.

Mahasiswa berharap bahwa aksi ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar tidak mengorbankan pendidikan dalam kebijakan penghematan anggaran negara. Mereka berjanji akan terus mengawal isu ini hingga ada kebijakan yang lebih berpihak pada dunia pendidikan. Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan masyarakat sipil siap berjuang bersama demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kebijakan anggaran pendidikan agar lebih transparan dan berpihak kepada rakyat. Mereka juga berencana menggelar diskusi terbuka dengan akademisi dan pemerintah guna mencari solusi terbaik bagi dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.

Penulis: Laily Arista Rahmi