LPM Kinday

Kabar Kampus Universitas Lambung Mangkurat

Dari Media Kritik ke Media Ancaman: Ketika Aib Mahasiswa Dijadikan Sarana Pemerasan

Dari media kritik yang kini menjadi media ancaman: pemerasan terhadap mahasiswa

Perkara dugaan ancaman dan pemerasan melalui media sosial menjadi sorotan di kalangan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat. Sorotan muncul setelah tangkapan layar percakapan antara seorang mahasiswa dan akun anonim @bocoralus_ulm tersebar di media sosial. Dalam percakapan itu, akun tersebut meminta sejumlah uang. Pelaku berdalih membutuhkan dana untuk “biaya operasional media” agar persoalan pribadi korban tidak dipublikasikan. Akun itu juga mengaku menerima dorongan dari pihak lain untuk menyebarkan isu tersebut. Karena itu, pelaku menaikkan nominal uang yang diminta.

Isu lama mengenai hubungan pribadi korban kembali muncul di ruang digital. Pelaku mengaitkan isu itu dengan ancaman penyebaran konten pribadi. Percakapan yang beredar juga membahas “saweran” dan sejumlah uang untuk “backup maintenance bulanan kantor bocoralus_ulm”. Kondisi ini memunculkan dugaan tekanan terhadap korban. Pelaku diduga ingin memaksa korban memenuhi permintaan tertentu agar informasi pribadi tidak tersebar luas. Situasi tersebut dapat memengaruhi kehidupan sosial dan akademik korban.

Kasus ini menarik perhatian publik karena menyangkut dugaan pemerasan dan dampak psikologis terhadap korban. Ketika seseorang mengungkit masa lalu pribadi orang lain di ruang publik, korban dapat merasa takut, cemas, dan kehilangan rasa aman. Komentar publik di media sosial juga dapat memperburuk kondisi mental korban. Tekanan dapat meningkat jika korban membawa nama organisasi atau institusi tertentu. Korban mungkin merasa harus menanggung beban moral dan sosial yang besar. Kasus ini mengingatkan masyarakat agar menghormati privasi dan masa lalu seseorang. Setiap orang berhak belajar dari kesalahan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Penulis

Nurkamila