
Banjarmasin, 14 April 2025 – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan “Pelatihan Public Speaking bagi Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2025,” yang berlangsung di General Building Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Kegiatan ini diadakan dengan tema menarik, “Social Media for Public Speaking: Boosting Your Digital Influence,” yang bertujuan untuk membekali mahasiswa, terutama yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan, dengan keterampilan komunikasi yang efektif di era digital.
Dalam wawancara dengan M. Zuhdianor selaku Person In Charge (PIC) Pelatihan Public Speaking di ULM, beliau menjelaskan bahwa pelatihan public speaking ini merupakan program rutin tahunan yang diadakan setelah pelantikan Ormawa. “Kami ingin membekali mahasiswa agar mereka dapat berkomunikasi baik secara lisan maupun melalui media sosial, sehingga dapat menjaga marwah Universitas Lambung Mangkurat,” ujarnya. Harapannya, mahasiswa tidak hanya mampu berkomunikasi dengan efektif, tetapi juga menjaga kesopanan dalam berinteraksi di media sosial sehingga dapat menjaga Marwah Universitas Lambung Mangkurat.
M. Zuhdianor menekankan pentingnya keterampilan public speaking, terutama bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan. “Ini sangat penting sekali, apalagi bagi mereka yang bergerak di bagian Ormawa. Mereka adalah cerminan dari mahasiswa ULM dan menjadi duta-duta kita,” katanya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi duta-duta universitas yang mampu memperkenalkan ULM sebagai institusi pendidikan yang unggul dan berkualitas.
Salah satu peserta pelatihan, Rifda Nur Fauja mengungkapkan ketertarikan dan motivasinya untuk mengikuti pelatihan ini. “Public speaking merupakan suatu kemampuan yang sangat diperlukan baik dalam organisasi maupun dalam dunia kerja. Makanya saya tertarik untuk mengikuti pelatihan publik speaking ini,” jelasnya.
Setelah mengikuti kegiatan ini, Rifda menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam berpublic speaking. “Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan public speaking adalah struktur kata. Misalnya, ada pembuka, highlight, dan penutup. Selain itu, gaya berbicara juga sangat menentukan,” tambahnya.
Rifda juga berbagi tentang tantangan terbesar dalam berbicara di depan umum, yaitu mengatur kata-kata dan mengatasi rasa gugup. “Mungkin tantangan terbesar adalah mengatur kata-kata dan juga mengatasi rasa gugup kita. Cara saya mengatasinya adalah dengan latihan sendiri seperti yang dibilang oleh pemateri tadi,” ujarnya. Menurutnya, latihan yang konsisten dan penguasaan materi public speaking sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara di depan audiens.
Kegiatan pelatihan public speaking ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang teknik berbicara di depan umum tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif melalui media sosial. Dalam era digital saat ini, kemampuan untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai alat komunikasi menjadi semakin penting. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk berbicara di depan umum tetapi juga untuk menyampaikan pesan mereka secara efektif melalui berbagai saluran digital.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, Universitas Lambung Mangkurat menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan komunikasi di era digital dengan mengadakan pelatihan public speaking. Selain fokus pada aspek akademis, ULM juga mengembangkan soft skills yang penting agar mahasiswa siap bersaing di dunia kerja dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui media digital, sehingga mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Penulis: Raihana Zakira
Redaktur: Raihana Zakira
