Banjarmasin, 25 Maret 2026 — Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali meraih prestasi membanggakan. Muhammad Osmar Zaidan Al Wafi resmi meraih gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) ULM 2026 setelah melalui rangkaian seleksi yang panjang dan kompetitif.
Mahasiswa Berprestasi atau Mapres merupakan program penghargaan bagi mahasiswa yang memiliki pencapaian unggul baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta memiliki gagasan kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Perguruan tinggi menyelenggarankan program ini setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa berprestasi sekaligus menjadi ajang seleksi untuk menentukan perwakilan kampus ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam wawancara yang berlangsung, Osmar mengungkapkan perasaannya saat pertama kali mendengar pengumuman kemenangan. Ia mengaku sangat bahagia dan lega karena seluruh usaha dan kerja keras yang ia persiapkan selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil.
“Rasanya sangat lega karena semua kerja keras terbayarkan. Saya bahkan sempat pasrah dengan hasilnya, yang penting sudah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Motivasi Mengikuti Pilmapres
Ketertarikan Osmar untuk mengikuti ajang Pilmapres tidak muncul sejak awal perkuliahan. Ia mengaku terinspirasi oleh sosok Mapres sebelumnya yang tampil dalam kegiatan kampus. Seiring waktu motivasinya berkembang terutama untuk mematahkan stigma bahwa mahasiswa berprestasi hanya berfokus pada pencapaian pribadi. Ia justru ingin memberikan dampak luas bagi mahasiswa lain melalui kegiatan mentoring dan berbagi pengalaman.
Gagasan “Safe Space” dan Isu Bullying
Dalam kompetisi tersebut, Osmar mengangkat gagasan kreatif bertajuk “Safe Space” yang berfokus pada isu bullying. Program ini merupakan pengembangan dari proyek sosial yang sebelumnya ia jalankan. Gagasan tersebut menggabungkan kampanye anti-bullying secara online dengan platform konseling sebaya anonim yang bisa digunakan secara gratis.
Menurutnya, rendahnya literasi tentang bullying di kalangan remaja serta keterbatasan akses terhadap layanan konseling menjadi latar belakang utama ide tersebut. Ia berharap inovasinya dapat menjadi solusi nyata bagi korban bullying di Indonesia.
Tantangan, Kontribusi, dan Pesan untuk Mahasiswa
Di balik keberhasilannya, Osmar mengaku menghadapi berbagai tantangan, baik dari diri sendiri maupun tekanan eksternal. Ekspektasi tinggi dari lingkungan sekitar, terutama untuk melaju ke tingkat nasional menjadi beban tersendiri. Selain itu, ia juga harus menjaga konsistensi dan motivasi dalam menjalani proses yang panjang.
“Tantangan terbesarnya adalah menjaga semangat. Prosesnya seperti maraton, butuh konsistensi tinggi,” jelasnya.
Kesibukan sebagai mahasiswa aktif, anggota organisasi, serta pengelola proyek sosial juga menjadi tantangan dalam mengatur waktu. Untuk mengatasinya, Osmar menerapkan strategi delegasi dengan membangun tim yang solid. Ia menekankan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan banyak pihak.
Ke depan, Osmar berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi kampus. Melalui perannya di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM, ia mengembangkan platform “Prestasi ULM” yang bertujuan membantu mahasiswa mengembangkan potensi melalui pelatihan, pembinaan, dan akses informasi kompetisi.
Menutup wawancara, Osmar memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas, menentukan isu yang ingin diselesaikan, serta membangun solusi yang berdampak nyata.
“Cari isu yang ingin kalian selesaikan, buat ide, jalankan proyeknya, dan berikan dampak. Itu yang paling penting,” pesannya.
Prestasi Osmar dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di Universitas Lambung Mangkurat untuk terus berprestasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
